Penyakit thalasemia merupakan kelainan yang terjadi terhadap darah keturunan sehingga membuat tubuh menjadi tidak bisa memproduksi HB ( hemoglobin ). Alhasil, mereka akan terkena anemia. Umumnya penyebab dari penyakit thalasemia ini terjadi karena adanya mutasi genetik pada tubuh. Ini artinya, mereka yang terakhir ke dalam keluarga sebagai pembawa gen bermutasi akan berisiko lebih tinggi terkena thalasemia.

Transplantasi sumsum tulang termasuk satu – satunya pengobatan yang dipercaya bisa mengatasi penyakit thalasemia secara menyeluruh. Namun, sangat disayangkan, tidak mudah untuk mendapatkan pendonor sumsum tulang yang cocok. Tidak hanya itu, prosedur transplantasi sumsum tulang belakang juga terbilang sangat berisiko.

Dilansir melalui National Heart, Lung and Blood Disease, mengungkapkan bahwa para ahli sampai saat ini masih terus melakukan pencarian mengenai pengobatan lain yang mungkin bisa digunakan dalam menyembuhkan serta mengobati penyakit thalasemia.

Untuk pengobatan dari thalasemia berbeda – beda tergantung dari jenis serta tingkat keparahan thalasemia yang dialami oleh pengidapnya. Umumnya mereka yang mengalami thalasemia minor, baik itu beta maupun alfa akan menunjukkan kondisi gejala thalasemia ringan, bahkan tidak ada gejalanya sama sekali. Sedangkan, thalasemia ringan ataupun berat, dokter akan memberikan rekomendasi berupa jenis pengobatan standar, yakni konsumsi suplemen asam folat, transfusi darah ataupun terapi khelasi zat besi.

Berikut merupakan beberapa pilihan pengobatan yang cocok untuk mereka yang mengidap penyakit thalasemia, diantaranya

• Suplemen Asam Folat

Asam folat termasuk jenis vitamin B yang bekerja sebagai pembentuk sel darah merah sehat pada tubuh. Biasanya dokter akan menyarankan suplemen asam folat tersebut sebagai pendamping pengobatan transfusi darah.

• Terapi Kelasi Zat Besi

Hemoglobin pada sel darah merah termasuk salah satu protein yang kaya akan zat besi. Melalui jalur transfusi darah yang dilakukan secara teratur maka akan membuat zat besi dalam darah menjadi menumpuk di bagian organ – organ tertentu, seperti jantung, hati ataupun organ tubuh lainnya. Untuk kondisi ini sering disebut sebagai kelebihan zat besi.

Dalam mencegah kerusakan ini, biasanya dokter akan menyarankan terapi khelasi zat besi dalam membuang kelebihan zat besi pada tubuh. Deferasirox serta deferoxamine merupakan jenis obat utama yang sering digunakan dalam terapi khelasi besi.