Melatih Anak Untuk Belajar Memilih Dan Mengambil Putusan

Melatih Anak Untuk Belajar Memilih Dan Mengambil Putusan

Dalam kehidupan sehari-hari, anda pasti sering dihadapkan dalam situasi untuk memilih. Mimilih dalam hal apa saja. memilih, ingin makan apa, ingin memakai yang mana, ingin ini atau itu. Akan selalu ada di hadapkan untuk memilih. Dan dari hal kecil itu anda dilatih untuk memilih. Memilih mana yang anda inginkan, mana yang anda butuhkan. Sehingga ini melatih anda untuk hal yang lebih besar lagi.

Melatih Anak Untuk Belajar Memilih Dan Mengambil Putusan

Dengan kebiasaan memilih membuat anda menjadi orang yang lebih dewasa, realistis dan bertanggung jawab. Karena secara tidak langsung mengajarkan anda untuk bertanggung jawab dengan apa yang anda pilih. Sehingga orang tua bisa mulai mengajarkan pada anak untuk memilih. Sehingga dia bisa menjadi pribadi yang bertanggung jawab atas pilihannya. Dan dia bisa tumbuh menjadi seseorang yang kritis. Jika anda membiasakan memilih sesuatu untuk anak, dan anak tinggal menjalaninya, maka anak tidak akan pernah tahu dan belajar untuk tegas pada dirinya. Tidak belajar dan diberi kesempatan untuk tahu seperti apa rasanya memilih.

Untuk tahu apa yang diinginkan olehnya atau apa yang dibutuhkan olehnya. Sehingga penting untuk biasakan anak dan berikan anak kesempatan untuk memilih. Itu juga melatih akan inisiatifnya. Dan secara tidak langsung anda menciptakan rasa percaya akan anak pada anda. Dia akan merasa dipercayai untuk memilih. Sehingga dia tahu anda mempercayainya. Dan itu akan membuat dia semakin percaya diri, dan membuat dia akan lebih berusaha dalam melakukan segala sesuatu karena tidak ingin merusak rasa percaya anda padanya.

Berhenti untuk memikir, untuk mengambil putusan, anda wakilkan anak untuk memilih, karena anda tahu mana yang terbaik. Dan anda tidak ingin anak salah memilih dan akhirnya menyesal akan pilihannya. Anda harus belajar juga, mempercayai anak. Berikan kepercayaan pada anak untuk memilih. Sehingga dia bisa tahu rasanya bertanggung jawab pada pilihannya, dan kalaupun dia salah memilih, dia akan tahu rasanya oh ada risiko yang harus dihadapi saat anda salah memilih. Dan dia akan belajar untuk berhati-hati.